C. PEMBUATAN RENCANA TAPAK KAWASAN (SITE PLAN)
Lokasi yang akan dikembangkan :
1. Daerah Pantai
2. Daerah Pulau
Peta yang dibuat untuk studi ini biasanya berskala 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 10.000. Didalam peta harus jelas terlihat :
1. Kawasan Landscaping
2. Jaringan distribusi air minum
3. Jaringan Penyalur air kotor
4. Jaringan distribusi listrik
5. Jaringan distribusi telekomunikasi, dsb
Pembuatan rencana tapak kawasan mencakup :
1. Penyusunan Disain Kriteria.
Untuk menyusun disain kriteria perlu diadakan studi analisa mengenai :
1.1. Keadaan Alam
1.1.1. Geografi
1.1.2. Geomorfologi
Keterangan umum tentang kaedaan tanah, bentuk lapisan tanah dan hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan tanah.
1.1.3. Hidrogeologi
Sumber-sumber air, baik air yang bmengalir dipermukaan tanah (surface water), maupun air yang terdapat dibawah tanah (underground water).
1.1.4 Krimatologi
Suhu rata-rata setiap bulan, derajat kelembaban relatif, curah hujan kecepatan angin dan kondisi-kondisi iklim setempat.
1.1.5 Vegetasi
1.1.6 Oceanologi
Harus dikumpulkan data tentang laut, tentang suhu dan kadar garam air laut, plonkton, arus laut dan biota laut yang erat hubungannya dengan marine tourism.
1.1.7 Geologi Pantai
Dekripsi terperinci mengenai geologi pantai terutama mengenai penyusutan atau pelebaran pantai.
1.1.8 Populasi
Tingkat polusi yang terjadi pada waktu sekarang maupun perkiraan dikemudian hari yang mempengaruhi air laut dan pantai.
Studi ini perlu dilakukan guna pelestarian lingkungan, konservasi alam, proteksi terhadap tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang di darat dan biota di laut serta pencegahan terjadinya polusi (pencemaran air, darat maupun udara).
1.2. Potensi Pariwisata
1.3. Analisa Pasar
2. Pembuatan Pra Disain
Pembuatan Pra Disain didasarkan atas ketentuan-ketentuan disain kriteria. Perencanaan bentuk-bentuk bangunan, bahan bangunan yang dpakai, bentuk arsitektur serta panggunaan tata ruang harus disesuaikan dengan lingkungan setempat.
3. Pembuatan Pola Pengembangan
Berdasarkan disain kriteria dan pra disaian dibuat pola pengembangan (outline plan).
Tujuan pembuatan pola pengembangan adalah untuk :
3.1. Menjamin terselenggaranya penggunaan tanah yang optimal.
3.2. Mendapatkan keseimbangan antara pengembangan pariwisata dengan pengembangan sektor-sektor lain.
3.3. Menjaga kelestarian lingkungan dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung.
3.4. Melestarikan obyek-obyek wisata seperti : keindahan alam flora, keindahan alam dan biodata laut, dsb.
Pembuatan Pengembangan ini mencakup :
(a). Gambaran tentang kepasitas dan fungsi rencana tapak kawasan.
(b). Rencana umum tentang tata guna tanah (land use), tata letak (zoning regulation), dan tata bangunan.
Rencana dibuat dalam bentuk gambaran-gambaran, peta-peta dan uraian-uraian mengenai :
- Rencana tata guan tanah
- Peratuaran-peraturan tentang tata letak.
- Peraturan-peraturan tentang tata bangunan
- Skema pola pemikiran tanah berdasarkan keterangan-keterangan dari agararia bagian kadaster.
(c). Program Pengembangan Prasarana.
(d). Program Pengembangan Sarana Pariwisata.
Harus dibuat program pengembangan berbagai jenis sarana pariwisata yang diperlukan, seperti :
- Tempat penerangan, loket, tempat, berteduh, ruang pameran serta panggung pertunjukkan, dsb.
- Akomodasi, catering dan pusat pertokoan, souvenir dan kerajinan tangan.
- Tempat bermain (play ground)
- Tempat berolah raga (outdoor dan indoor).
- Jalan-jalan setapak, dsb.
(e). Program Pelestarian Lingkungan
(f). Skala Prioritas Pembangunan.
1.4. Pembuatan Studi Kelayakan (Feasibility Study).
a. Memudahkan tata laksana program pembagunan
b. Mendapatkan gambaran secara terperinci mengenai program-program tersebut baik dilihat dari segi fisik maupun dari segi pembiayaannya.
c. Mengetahui secara terperinci manfaat ekonomi program-program yang dimaksud.
1.5 Rencana Pengelolaan
Harus disusun usulan tentang model organisasi pengelola serta rencana pengisian tenaga kerja disertai dengan uraian tugas, program operasional dan biaya yang diperlukan
Kamis, 14 Agustus 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar